Made in Japan, Made in USA, Made in Taiwan, Made in China, etc.......
Made in Indonesia..
Hari ini saya dihadapkan oleh beberapa prinsip (untungnya hanya tertentu saja) untuk melihat segala sesuatu buatan dari mana, muncul darimana, perusahaan darimana, negara apa, dan sebesar apa.
Saya penganut sistem demokrasi yang sangat liberal, semua yang baik, semua yang benar tidak peduli darimana pun pasti saya akan suka dan mempromosikannya.
Berbeda dengan beberapa orang, yang masih saja percaya bahwa buatan dari luar Indonesia lebih baik daripada buatan Indonesia itu sendiri. Padahal kalau kita melihat lebih jauh ternyata Indonesia juga menghasilkan barang-barang tertentu yang di jual juga di luar negeri.
Dalam hal ini saya tidak memihak sisi manapun. Yang ingin saya bahas disini adalah, untuk apa kita membatasi diri kita sendiri untuk fanatik terhadap produk yang belum tentu baik, tetapi kita memaksakan diri kita untuk memilikinya.
Indonesia memang negara yang masih berkembang, bangsa ini maju dengan tertatih-tatih mencocokan diri mana yang paling pas dengan keadaan dan situasi seperti sekarang ini. Contohnya, apabila terjadi pergantian pemerintahan, pasti pola hidup masyarakat Indonesia juga berubah. Namun masih banyak orang yang optimis Indonesia akan menjadi negara besar dan maju. Salah satu hal yang dapat mendukung itu semua adalah tentang kualitas pendidikan, terutama untuk anak-anak muda yang nantinya akan menjadi pemimpin bangsa ini.
Sudah cukup Bangsa Indonesia memiliki pemimpin yang egois dan lemah terhadap keputusan. Sudah cukup Indonesia mempunyai masyarakat terbelakang bahkan tidak punya norma. Indonesia membutuhkan anda sebagai orang yang baik dan benar untuk menjalankan kehidupan.
Kedewasaan pendidikan tidak akan dicapai kalau kita hanya melihat diri kita lagi dan diri kita lagi. "Kalau saya pasti benar", "Anda yang salah". Parahnya lagi integritas sudah menjadi barang murah. Semua bisa dibeli dengan uang. Moral rusak, tidak punya tata krama yang sopan. Apalagi bila anda seorang pimpinan dimanapun anda berada. Ketika anda didepan sebagai pemimpin, anda adalah contoh bagi bawahan anda, teladan bagi pengikut anda.
Pemimpin itu adalah pelayan, pemimpin harus melayani apa yang dibutuhkan oleh bawahnnya. Sama seperti kita yang adalah masyarakat Indonesia. Kita yang harus melayani dan memperbahrui Indonesia, agar Indonesia tidak lagi dipandang sebelah mata. Tanggung jawab tersebut dimulai dari kita sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar